Rabu, Oktober 28, 2026
spot_img
BerandaNewsKisah Agus Yusuf, Seniman Madiun yang Menembus Pasar Dunia Lewat Karya Lukis...

Kisah Agus Yusuf, Seniman Madiun yang Menembus Pasar Dunia Lewat Karya Lukis Mulut dan Kaki

WARTAPRIBUMI, MADIUN – Keterbatasan fisik tak pernah menjadi penghalang bagi Agus Yusuf Endang Kresna Raden untuk terus berkarya. Dari atas kursi rodanya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, pria berusia 60 tahun ini konsisten melahirkan lukisan beraliran realis-naturalis yang diakui hingga ke kancah internasional.

Pria kelahiran 1966 tersebut merangkai keindahan warna di atas kanvas dengan memanfaatkan jemari kaki kiri serta mulutnya.

Ketertarikan Agus pada dunia seni rupa sudah terlihat sejak dini. Pengalaman pertamanya memegang kuas dimulai saat ia berada di kelas 2 Sekolah Dasar. Keahliannya kian teruji kala berhasil menyabet gelar juara pertama dalam sebuah kompetisi melukis tingkat Kabupaten Madiun.

Karier profesionalnya melonjak tajam sewaktu resmi bergabung dengan Association of Mouth and Foot Painting Artists of the World (AMFPA) pada 1989. Organisasi internasional pendukung seniman lukis mulut dan kaki tersebut berbasis di Swiss.

“Saya sudah berkiprah sebagai student member di AMFPA selama 23 tahun. Target saya saat ini adalah terus mengasah kemampuan agar mampu menembus tingkatan full member,” ungkap pemilik Galeri Ridho Agus Yusuf tersebut, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan peresmian Galeri Ridho. (Foto: Istimewa)

Karya Berkualitas Internasional dan Nilai Apresiasi Tinggi

Sepanjang perjalanannya di dunia seni, tak kurang dari 700 karya telah dihasilkan. Setiap dua tahun, hasil lukisannya dikirim ke Swiss untuk mengikuti kurasi ketat. Lukisan yang lolos seleksi akan dipamerkan di markas besar AMFPA, serta diproduksi ulang secara internasional.

Nilai jual karya ciptanya pun terbilang fantastis:

*Pasar Internasional (Swiss): Terjual lelang pada kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta per karya.

*Pasar Domestik: Dihargai mulai dari Rp5 juta sampai Rp35 juta.

Meski telah memasuki usia senja, motivasi Agus tak pernah surut. Ia berpesan kepada generasi muda dan sesama penyandang disabilitas agar senantiasa gigih memperjuangkan impian.

“Generasi muda jangan mudah menyerah dan harus tekun mengejar cita-cita. Bagi yang memegang minat seni, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Untuk rekan-rekan disabilitas, tetaplah berjuang dan berdoa. Percayalah, selalu ada peluang bagi kita untuk terus berkarya dan memberi dampak positif,” tuturnya.

Peresmian Galeri Ridho dan Sentuhan Art Director Nasional

Setelah menanti sekian lama, impian Agus memiliki ruang pameran sendiri akhirnya terealisasi. Galeri Ridho Agus Yusuf yang tuntas dibangun pada April 2025 tersebut resmi dibuka oleh Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, pada Rabu (14/10/2026). Saat ini, sekitar 70 karya lukis terbaiknya terpajang rapi di galeri tersebut.

Estetika penataan galeri ini tak lepas dari sentuhan tangan Suswandono Wawan (Wawan Wood), seorang desainer interior-eksterior sekaligus art director dan sineas tingkat nasional.

Awal mula kerja sama mereka berdua dipicu oleh pertemuan saat acara workshop dan pemutaran film Lubang Buaya karya Hanung Bramantyo di Madiun. Berawal dari diskusi singkat, Wawan yang terkesan akan bakat Agus lantas mengunjungi galeri dan memberikan dukungan penuh.

“Peran saya menjelang peresmian oleh Bapak Bupati adalah menyumbang masukan profesional terkait tata letak ruang, jarak antar-objek lukisan, tata pencahayaan (lighting), hingga alur alir pengunjung (visitor flow),” terang Wawan Wood. (gat/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular