Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahKadisnakan Magetan Sebut 22 Hewan Ternak Suspect Terinfeksi LSD

Kadisnakan Magetan Sebut 22 Hewan Ternak Suspect Terinfeksi LSD

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Magetan, Nur Haryani menyebut 22 ekor sapi di Magetan terindikasi terkena Lumpy Skin Disease (LSD). Namun untuk memastikan lebib lanjut, masih dibutuhkan uji lab.

“Ada 22 ekor yang terlaporkan / suspect dan setelah ditangani ada beberapa yang sembuh”, ujar Nur Haryani saat mengikuti rakor penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit LSD bersama Polres Magetan di ruang eksekutif Polres Magetan, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).

22 ekor sapi yang terlaporkan tersebut, rata-rata menunjukkan gejala memang ada bintil namun ternyata setelah dilakukan uji lab itu bukanlah cacar, istilahnya yang seperti Limpo mengarah kepada LSD ada empat ekor sapi.

“Terkait dengan LSD Disnakkan sudah menerima vaksin 1380 dosis vaksin, yang sudah di vaksinasi kan sebanyak 600 dosis dengan sasaran utama sapi perah. Namun perlu kita ketahui semua, LSD tidak se ekstrim dari PMK, dan bisa disembuhkan dan keparahannya tidak seperti PMK karena tidak mempengaruhi nafsu makan hewan ternak,” ungkapnya.

Sementara dalam rakor tersebut Kapolres Magetan, AKBP M. Ridwan Mengatakan bahwa pemerintah selama ini telah serius dalam penanganan PMK dan Penyakit LSD khususnya di Magetan, tentunya sebagaimana yang diarahkan oleh pemerintah pusat.

“Keseriusan kami dalam menangani permasalahan, dengan tujuan berkomitmen bersama melakukan tindakan strategi pengendalian, penanganan dan pemberantasan PMK dan LSD,” terang Ridwan.

Polres Magetan pun akan memaksimalkan penyekatan khusunya di Pos Cemorosewu, namun tetap perlu sinergi dari Dinas Peternakan, Satpol PP, Dishub dan instansi terkait lainnya serta lakukan himbauan secara masif.

“Secara intens kita aktifkan Pos Cemorosewu bersinergi dengan instansi terkait, serta berdayakan fungsi Bhabinkamtibmas dan Sihumas untuk beri himbauan serta edukasi ke masyarakat”, lanjutnya.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan penekanan perlu terus dilaksanakan dan sinergitas koordinasi berkelanjutan serta antisipasi menjelang lebaran terhadap kebutuhan daging sapi akan mengalami peningkatan, sehingga harus mengambil langkah strategis.

“Sampai saat ini dari hasil pemantauan sementara bahwa penyakit LSD pada sapi atau PMK tidak menular bagi manusia sehingga dagingnya Aman untuk dikonsumsi,” kata Kapolred Magetan, AKBP M. Ridwan. (can/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular