Jumat, Mei 15, 2026
spot_img
BerandaNewsSistem Drainase Magetan Bermasalah, Diana Sasa Desak Evaluasi Total Usai Pantau Banjir

Sistem Drainase Magetan Bermasalah, Diana Sasa Desak Evaluasi Total Usai Pantau Banjir

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Magetan pada Sabtu malam (4/4/2026) kembali mengungkap raport merah sistem drainase kota. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung ke jalan untuk menyisir titik-titik banjir yang kini mulai mengancam keselamatan pengendara akibat kerusakan infrastruktur.Penyisiran dimulai dari kawasan Pasar Sayur Magetan hingga ke arah utara sejak pukul 18.00 WIB. Aksi respons cepat ini dilakukan Sasa setelah mendapat laporan langsung dari warga yang mulai resah dengan luapan air yang tak kunjung teratasi.

“Saat Magrib saya ditelepon warga, melaporkan daerahnya kebanjiran lagi. Saya langsung turun, menyusuri dari Pasar Sayur ke arah utara,” ujar Diana Sasa di lokasi kejadian.

Aspal Mengelupas dan Ancaman bagi Pengendara

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Di perempatan Pasar Sayur, debit air terpantau meluap dari lubang inlet drainase. Air yang seharusnya mengalir di bawah tanah justru meluber ke permukaan jalan dengan arus deras.

Kondisi lebih parah terlihat di perempatan lampu merah dekat SMPN 4 Magetan. Air yang berasal dari area persawahan di sisi barat meluap hingga merendam Masjid dan TK Aisyiyah. Arus yang kuat tersebut bahkan dilaporkan mulai merusak struktur jalan.“Aspal sampai mengelupas. Ini bukan genangan biasa, ini sudah merusak jalan. Arus airnya kencang sekali,” tegasnya.

Melihat bahaya yang mengintai, legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini bersama warga setempat bahu-membahu melakukan rekayasa lalu lintas darurat.

“Kami alihkan ke jalur yang lebih aman. Tidak apa-apa bergantian, yang penting pengendara selamat,” tambahnya.

Endapan Lumpur Jadi Biang Kerok di Jalan Diponegoro

Salah satu temuan krusial dalam tinjauan tersebut berada di Jalan Diponegoro. Saat bak kontrol drainase dibuka, ditemukan tumpukan endapan lumpur yang sangat tebal, sehingga menutup akses air menuju saluran pembuangan.

“Di Jalan Diponegoro, setelah dibuka ternyata drainasenya tersumbat endapan lumpur. Ini yang membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap. Artinya pemeliharaan tidak berjalan maksimal,” kata Diana.Kekhawatiran semakin meningkat saat peninjauan sampai di area Pondok Az Zahro. Sasa menggambarkan volume air yang turun ke kawasan lebih rendah berada pada level yang membahayakan.

“Di situ airnya besar sekali, lalu turun ke bawah dan meluap lagi. Ini sudah ngeri,” ungkapnya.

Tuntut Perbaikan Cepat dan Penghitungan Ulang Saluran

Meskipun genangan air cenderung cepat surut, Sasa menegaskan bahwa hal ini bukan alasan bagi Pemerintah Kabupaten Magetan maupun instansi terkait untuk berpangku tangan. Ia menilai kerusakan aspal dan banjir berulang adalah tanda adanya kegagalan struktural.

“Memang airnya cepat surut. Tapi ini masalah yang kalau dibiarkan berlarut-larut akan terus berulang, bahkan berpotensi makin parah merusak jalan, mengganggu aktivitas warga, dan membahayakan keselamatan,” tegasnyaIa pun memberikan desakan keras agar ada audit total terhadap kapasitas drainase di titik-titik rawan banjir.

“Ini bukan sekali dua kali. Artinya ada masalah serius. Drainase harus dihitung ulang kapasitasnya, saluran harus rutin dibersihkan, dan titik limpasan harus dipetakan dengan benar,” jelasnya.Menutup keterangannya, Sasa meminta agar perbaikan jalan yang rusak akibat gerusan air segera dieksekusi tanpa menunda waktu.

“Kita tidak bisa menunggu. Ini soal keselamatan warga. Harus ada tindakan cepat dan nyata,” kata Diana. (gat/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular