Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaNewsSukses Tekan Stunting Hingga 10,4 Persen, Ini Strategi Pemkab Magetan

Sukses Tekan Stunting Hingga 10,4 Persen, Ini Strategi Pemkab Magetan

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Pemkab Magetan mencetak prestasi gemilang dalam menekan angka prevalensi stunting. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, angka stunting di wilayah tersebut menyusut tajam hingga ke level 10,4 persen, jauh menurun dibandingkan tahun 2018 yang sempat menyentuh 30,2 persen.

Capaian ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Magetan, Retnowati Hadirini, dalam agenda Evaluasi Program dan Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten 2025 di Harmada Joglo, Jumat (19/12/2025).

Retnowati menyebut, efektivitas program di lapangan bahkan membuahkan penghargaan serta insentif fiskal dari Pemerintah Pusat. Keberhasilan ini didorong oleh sejumlah inovasi puskesmas, seperti program Puspa Hunting dan Pantura Asmoro.

“Puspa Hunting di Puskesmas Panekan fokus pada pelacakan kasus TB, stunting, dan gizi buruk. Sementara Pantura Asmoro di Puskesmas Sukomoro menginisiasi budidaya ikan patin sebagai sumber protein bagi masyarakat,” terang Retnowati.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Magetan, Retnowati Hadirini. (Foto: Istimewa)

Meski menunjukkan tren positif, Dinkes Magetan mengakui masih ada kendala teknis, terutama terkait fasilitas kesehatan. Nutrisionis Penyelia Dinkes Magetan, Dwi Tutut Yanuarti, mengungkapkan bahwa saat ini rujukan utama masih bertumpu pada satu rumah sakit.

“Setiap bulan ada 250 hingga 300 balita yang ditangani melalui Posyandu hingga rujukan. Mengingat jumlah balita berisiko cukup tinggi, pada 2026 kami berencana memperluas akses rujukan dengan menggandeng rumah sakit di wilayah timur dan selatan,” ujar Dwi Tutut.

Di sisi lain, Dinkes juga mengidentifikasi bahwa faktor pola asuh dan minimnya literasi kesehatan menjadi pemicu utama stunting yang tersisa. Masih banyak keluarga yang belum memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan utama.

“Buku KIA adalah media edukasi resmi Kemenkes yang sangat lengkap, namun sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh para ibu,” tambahnya.

Guna mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Tim Penggerak PKK akan memperkuat advokasi di tingkat keluarga. Masyarakat didorong untuk lebih proaktif menerapkan panduan dalam Buku KIA guna memastikan lahirnya generasi baru yang bebas stunting. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular