Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahWamen KLHK RI Tinjau Dan Tanam Bambu di Eco Bamboo Park Magetan

Wamen KLHK RI Tinjau Dan Tanam Bambu di Eco Bamboo Park Magetan

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Pembangunan Eco Bamboo Park di Magetan terus berlanjut, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Alue Dohong, turut serta meninjau progres pembangunannya serta menanam langsung beberapa pohon bambu.

Alue Dohong mengungkapkan bahwa kehadiran Eco Bamboo Park Magetan tidak hanya akan meningkatkan perekonomian dan menjadi ikon wisata baru tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif dalam memperbaiki kondisi lingkungan hidup, terutama dalam hal tutupan lahan.

“Pohon bambu memiliki potensi yang sangat besar. Selain dapat dijadikan sebagai komoditas ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari akar hingga daunnya, bambu juga mampu memperbaiki kualitas lingkungan dengan menyerap emisi gas rumah kaca dan mengurangi peningkatan emisi karbon di atmosfer, serta menghasilkan oksigen,” ungkapnya setelah menanam bambu di Eco Bamboo Park, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada hari Senin (5/2/2024).

Eco Bamboo Park yang diinisiasi oleh Bupati Magetan periode 2018-2023, Suprawoto, merupakan inisiatif pertama di Indonesia, dengan rencana penanaman 30.571 rumpun bambu dari 103 jenis bambu dalam lahan seluas 18.5 hektare.

“Eco Bamboo Park Magetan diharapkan bisa selesai tahun ini, dan ini juga melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Selain penanaman bambu, masih banyak cara lain yang dapat dilakukan, dan program ini juga dapat direplikasi oleh daerah lain, meskipun tidak harus pohon bambu,” tambahnya.

Beberapa jenis bambu yang ditanam di Eco Bamboo Park Magetan antara lain:

  • Buluh kuning (Gigantochloa kuning)
  • Buluh Hideung (Phyllostachys nigra)
  • Bambu Ampel (Bambusa vulgaris)
  • Bambu Duri/pring ori (Bambusa blumeana)
  • Haur Hideung (Bambusa vulgaris) hitam
  • Bitung Kebo (Dendrocalamus asper) kerbau
  • Bambu kirisik sari (Bambusa heterostachya)
  • Krisik Jepang (Thyrsostachys siamensis gambie)
  • Kirisik botol (Bambusa ventricosa)
  • Bitung Sembilang (Dendrocalamus giganteus) sembilang hijau
  • Krisik Leweng (Phyllostachys atrovaginata)
  • Bambu Rambat (Dinochloa scandens)

Pj. Bupati Magetan, Hergunadi, menjelaskan bahwa luas ruang terbuka hijau di Magetan masih kurang, hanya mencapai 14 persen dari target 30 persen.

“Sasaran kita tahun ini adalah menanam 3000 rumpun bambu. Saat ini, sudah ditanam sebanyak 1400 rumpun, ditambah dengan penanaman 2500 pohon bambu hari ini,” jelasnya.

Selain Alue Dohong, acara penanaman bambu di Eco Bamboo Park Magetan juga dihadiri oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro, Pjs Kepala SKK Migas wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, Febrian Ihsan, penggagas Eco Bamboo Park, serta berbagai tamu undangan. (gat/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular