Rabu, April 15, 2026
spot_img
BerandaPemerintahanJelang Nataru 2025, DPRD Magetan Fokus Stabilitas Ekonomi dan Mitigasi Bencana

Jelang Nataru 2025, DPRD Magetan Fokus Stabilitas Ekonomi dan Mitigasi Bencana

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Memastikan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 berjalan kondusif, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Suratno, memberikan instruksi Usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral.

Pihaknya meminta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait untuk menerapkan status siaga penuh selama 24 jam. Instruksi ini disampaikan Suratno di Pendapa Surya Graha, Senin (1/12/2025).

setelah menyimak arahan langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian serta komando Menkopolhukam yang melibatkan BMKG, Kemenpar, BNPB, dan Kementerian Kesehatan. Menurut Suratno, legislatif memandang perlu adanya aksi konkret di lapangan.

Ia menegaskan bahwa garda terdepan dalam eksekusi pengamanan dan pelayanan Nataru adalah sinergitas antara Forkopimda, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan di bawah komando Bupati.

“Langkah konkretnya jelas. Garda terdepan pelaksanaan ini adalah soliditas Forkopimda bersama seluruh elemen masyarakat. Kami meminta peran aktif seluruh stakeholder dan OPD pemangku kepentingan untuk bergerak dalam satu komando Ibu Bupati,” tegas Suratno.

DPRD Magetan memberikan catatan khusus pada tiga sektor vital yang tidak boleh terganggu:

  1. Deteksi Dini Inflasi dan Logistik Pangan
    Suratno mewanti-wanti agar stabilitas ekonomi daerah tidak terguncang. Ia mendesak tim pengendali inflasi daerah untuk turun langsung mengecek kondisi pasar, guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan rakyat.

“Setelah Rakor ini, wajib ada tindak lanjut. Minimal tinjau langsung kondisi inflasi di lapangan. Ketersediaan logistik harus aman, mulai dari kecukupan 9 bahan pokok, gas, hingga sayur-mayur. Jangan sampai ada kendala transaksi perekonomian di Magetan,” ujarnya.

  1. Antisipasi Kemacetan di Objek Vital Sarangan
    Sektor pariwisata, khususnya destinasi unggulan Telaga Sarangan, mendapat sorotan tajam. Suratno mengingatkan agar skema lalu lintas (lalin) dan angkutan darat disiapkan lebih matang dibanding tahun sebelumnya.

“Sarangan adalah objek vital kita. Antisipasinya harus tepat, jangan sampai terjadi penumpukan massal atau crowded seperti tahun lalu. Meskipun evaluasi tahun kemarin sudah tergolong bagus, DPRD berharap tahun ini arus wisatawan bisa jauh lebih lancar dan tertata,” imbuh Suratno.

  1. Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi
    Mengingat peringatan dini terkait cuaca, DPRD juga menekankan pentingnya pemetaan zonasi rawan bencana. Suratno meminta BPBD dan instansi terkait untuk tidak lengah terhadap potensi bencana di wilayah rawan.

“Kita harus melihat potensi tanah longsor dan angin puting beliung, serta ancaman banjir di wilayah Magetan bagian timur. Semua harus terpadu. Mitigasi bencana harus berjalan beriringan dengan pengamanan libur panjang,” jelasnya.

Penutup dalam Rakor tersebut, Ketua DPRD memastikan bahwa Bupati telah memerintahkan rapat teknis lanjutan, termasuk pembahasan dukungan anggaran. Ia menekankan bahwa sinergi TNI, Polri, Basarnas, dan tenaga kesehatan harus berada dalam satu koridor pengamanan yang solid.

“Sepenuhnya kita harus siaga hampir 24 jam pasca arahan Mendagri ini. Polisi, Kodim, Basarnas, hingga Dinas Kesehatan harus satu naungan untuk menyukseskan Nataru 2025 di Magetan,” pungkas Suratno.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular