WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Magetan memasifkan pengawasan menjelang hari akhir kampanye.
Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Magetan M. Kilat Adinugroho Syaifullah dalam kegiatan apel siaga dan doa bersama dalam rangka apel persiapan masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara pada pemilihan serentak Tahun 2024.
“Sebentar lagi kita sudah memasuki masa tenang dan memasuki tahapan akhir, yaitu melakukan pengawasan Pemungutan dan Perhitungan Suara pada 27 November 2024 mendatang,” ujarnya saat di Gor Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024).
Kilat menambahkan, dalam kegiatan itu juga dihadiri oleh seluruh jajaran pengawas Pemilu, seperti Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pengawas Kelurahan Desa (PKD) serta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Sekretariat Panwascam.
“Untuk PTPS yang hadir itu ada 1030 pengawas, PKD ada 235 pengawas dan Panwascam beserta Sekretariat berjumlah 216,” tuturnya.
Untuk kerawanan sendiri, lanjutnya, seluruh tahapan itu masuk ke dalam kerawanan yang mana dalam masa tenang nanti fungsi-fungsi pengawasan akan dimaksimalkan, salah satunya melakukan patroli.
“Dalam masa-masa krusial tersebut dimungkinkan para paslon maupun tim melakukan strategi untuk kemenangan, maka dari itu kami memaksimalkan upaya pengawasan,” jelasnya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh pengawas Pemilu agar bekerja keras dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Pilkada yang berkualitas ditentukan pleh penyelenggara yang berintegritas dalam melakukan pengawasan.
“Kepada semua jajaran Bawaslu Magetan, khususnya PTPS untuk mencatat kejadian yang berlangsung setiap tahapan secara berjenjang, khususnya pada saat pelaksanaan pemungutan suara,” imbaunya.
Ditempat yang sama, Pj. Bupati Magetan, Nizhamul mengapresiasi kinerja Bawaslu Magetan selama ini, menurutnya dalam apel siaga ini merupakan kesiapan untuk menghadapi tahapan-tahapan selanjutnya itu seperti apa, tak terkecuali Netralitas ASN.
“Untuk netralitas itu menjadi jargon saya, jadi nanti kalau ada laporan terkait itu, tentu kita akan lakukan penindakkan, tapi mudah-mudahan tidak ada,” kata Nizhamul. (can/red)

