WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan delapan kali berturut-turut atas capaiannya mempertahankan opini atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2021.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Magetan, Suprawoto dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Senin (14/11/2022) di Isyana Ballroom Bumi Hotel Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi arahan kepada Bupati dan Wali Kota di Wilayah Jawa Timur agar ekonomi di masing-masing daerah tumbuh yang berarti kesejahteraan meningkat dan pengangguran dapat menurun. Selain itu, dari seluruh proses laporan keuangan juga ada yang harus diperhatikan dalam proses manajemen pemerintahan daerah.
“Yang cukup berpengaruh terhadap kinerja pembangunan daerah bukan hanya sektor keuangan dan pertumbuhan saja, akan tetapi juga pada sektor lainnya seperti percepatan vaksin booster, vaksinasi PMK dan pendataan Regsosek di seluruh daerah,” ujar Khofifah dalam arahannya.
Pun dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyebut percepatan vaksin booster perlu dilakukan untuk menjawab prediksi dari Kementerian Kesehatan atas kekhawatirannya dalam peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron XBB di bulan Desember 2022 dan Januari 2023.
“Tindakan mitigasi harus dilakukan semaksimal mungkin dengan cara memaksimalkan percepatan vaksin booster. Nanti kami di Pemprov Jatim bersama Kapolda dan Pangdam akan keliling lagi, tolong para bupati, wali kota beserta Dandim dan Kapolres mohon seperti dulu, dimaksimakkan,” katanya.
“Memang vaksinnya baru datang dan jumlahnya tidak signifikan. Maka kalau lebih cepat habis kita bisa meminta tambahan vaksin lebih cepat juga,” jelasnya.
Selain itu, virus PMK di beberapa daerah masih harus dilakukan vaksinasi secara masif. Hal itu karena jika sapi perah terkena virus PMK produktivitas ya akan turun hingga 80 persen dan berdampak kepada kesejahteraan para peternak di daerah masing-masing.
“Kepada para bupati walikota yang ternak sapinya cukup signifikan baik potong dan perah, bisa memaksimalkan upaya percepatan vaksinasi, karena sapi perah jika terdampak PMK itu produktivitasnya bisa turun hingga tinggal 20 persen saja,” ungkapnya
Sementara itu, Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, capaian WTP delapan kali berturut-turut merupakan hasil dari kerja keras dan kerjasama semua komponen pemerintah daerah dalam mengelola administrasi dengan transparan dan akuntabel.
“Kepada OPD dan masyarakat Magetan, saya ucapkan terima kasih. Tentu ke depannya diharapkan penilaian secara formal juga diharapkan secara material administrasi pemerintahan Magetan juga diharapkan semakin baik,” ujarnya.
Menurut informasi, Opini WTP adalah sebuah penilaian tentang informasi kewajaran pada laporan keuangan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun telah menetapkan sejumlah kriteria untuk bisa mencapai predikat tersebut. Kriteria tersebut adalah kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan. (*)

