Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahIni Cara Bakesbangpol Magetan Cegah Aksi Radikalisme

Ini Cara Bakesbangpol Magetan Cegah Aksi Radikalisme

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Peran masyarakat dan pemerintah untuk menghilangkan paham radikalisme yang berujung kepada aksi terorisme dinilai cukup penting, apalagi permasalahan yang cukup serius dan dapat membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Salah satunya dengan program deradikalisasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan, Chanif Tri Wahyudi mengatakan, bagi warga Magetan yang terpapar paham radikalisme, pemerintah akan hadir untuk keberlangsungan hidupnya.

“Kita sudah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk menjalankan program Deradikalisasi yang memiliki tujuan untuk menetralkan pemikiran yang telah terpapar oleh paham radikalisme,” ujarnya.

Hal itu ia katakan usai membuka sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar, pemuda, tokoh masyarakat dan Agama yang dilaksanakan di Gedung Korpri, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (14/12/2022).

Sesuai yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, ada beberapa tahapan Deradikalisasi.

Salah satunya bagi yang di luar lapas dapat dilakukan identifikasi, pembinaan keagamaan serta wawasan kebangsaan dan kewirausahaan.

Ia pun menegaskan, bagi warga Magetan atau siapapun yang terpapar terorisme dan radikalisme, akan dilakukan deradikalisasi.

“Salah satunya dengan memberdayakan dengan memberikan modal usaha, sehingga mereka tidak terjerumus lagi kedalam paham radikalisme dan terorisme serta tidak canggung untuk kembali ke masyarakat,” terangnya.

Jumlah yang saat ini telah diperdayakan, lanjut Chanif, ada sekitar 23 orang dengan memberikan modal usaha sebanyak Rp 5-10 juta.

“Seperti mesin laundry yang saat ini melaksanakan kegiatannya di Kecamatan Karas. Juga ada modal pertukangan di wilayah Poncol dan juga ada terkait dengan modal usaha juga di Karangrejo dengan sekarang membuka warung kopi dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Bagi keluarga eks napiter maupun yang pernah terkena paham radikalisme dan terorisme juga telah disediakan balai pelatihan kerja, sehingga mempunyai modal untuk bekerja.

“Selama ini kan kita hanya menekan terhadap kegiatan terorisme, tapi sekarang kita juga ikut menggali potensi dengan memperdayakan mereka dengan memberikan modal usaha maupun pelatihan kerja,” ungkapnya.

Kegiatan Sosialisasi bahaya Radikalisme dan Terorisme di Kalangan Pelajar, Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Agama ini juga menghadirkan mantan napiter Choirul Ihwan, Kasat Intelkam Polres Magetan dan Kemenag Magetan. Juga hadir sekira100 perwakilan dari FKUB, FPK, KNPI, Karangtaruna, dan pelajar SMA/SMK. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular