Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaKesehatanWajib Tau! Ini Dia Cedera Yang Sering Menimpa Atlet Basket Profesional

Wajib Tau! Ini Dia Cedera Yang Sering Menimpa Atlet Basket Profesional

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Olahraga dan cedera merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, demi meraih prestasi tertinggi dan kemenangan, tak jarang kita melakukan segala sesuatu yang beresiko cedera dengan mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya untuk meraih hasil kemenangan.

Namun apakah kalian tau cedera apa saja yang kerap menimpa atlet basket profesional? Simak penjelasannya.

Elif Nur Efendi, seorang Fisioterapi pemilik Praktik Fisioterapi Magetan mengatakan, 60 persen atlet profesional basket rentan mengalami cedera pada kaki. Terutama pada engkel dan lutut, seperti ankle sprain, pattelar tendonitis dan meniscus.

“Atlet basket itu kan lebih sering menggunakan footwork kaki, jadi itu yang lebih sering cedera, untuk tangan tidak begitu sering. Juga ada beberapa kasus seperti posterior cruciate ligament (PCL) dan cedera anterior cruciate ligament (ACL), tetapi itu hanya kesekian nya aja, lebih banyak menimpa altet sepakbola dari pada basket,” ujarnya saat ditemui di Praktik Fisioterapi Magetan, Kamis (22/22/2022).

Cedera yang sering dialami atlet basket profesional, diantaranya seperti

  1. Ankle sprain atau pergelangan kaki terkilir, itu merupakan cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada otot tubuh yang terletak pada anggota gerak bawah atau disebut ekstremitas bawah. Kondisi ini diakibatkan karena ketidakseimbangan gerakan inversi dan fleksi pada pergelangan kaki saat menapakkan kaki
  2. Jumper’s Knee (Pattelar Tendonitis), merupakan masalah tendon di daerah lutut yang sering timbul pada yang atlet yang aktivitas utamanya melompat. Jumper’s knee terjadi akibat regangan berlebihan dan berulang (stres fungsional berlebihan) pada tendon patella yang memicu timbulnya robekan-robekan kecil dan degenerasi kolagen pada tendon.
  3. Meniscus adalah tulang rawan yang terdapat pada lutut, Meniskus merupakan bantalan berbentuk bulan sabit atau huruf C kecil yang melekat pada bagian atas tulang kering. Selain menjaga keseimbangan tubuh dan mendistribusikan nutrisi ke jaringan di sekitarnya, meniskus terutama berguna untuk melindungi tulang paha dan tulang kering agar tidak saling bergesekan ketika sendi lutut bergerak. Meniskus sangat rentan mengalami luka atau robek terutama dalam melakukan aktivitas yang berat

Selain itu otot quadriceps femoris, otot pada sendi lutut yang berfungsi sebagai stabilisasi aktif sendi lutut dan juga berperan dalam pergerakan sendi yaitu gerakan ekstensi knee yang digunakan dalam aktifitas berjalan pun juga sering mengalami cedera.

“Karena basket cukup banyak melompat, kasus cedera quadriceps juga banyak terjadi, disusul dengan cedera bahu dan ceders pergelangan tangan,” ungkapnya.

Menurut Elif, cedera miniskus dan jumper’s knee merupakan cedera yang paling sering menimpa atlet basket profesional. Untuk tindakan pertama yang bisa dilakukan jika cedera itu terjadi, bisa menerapkan metode POLICE.

Protection atau menghindari aktivitas yang memicu nyeri, Optimal Loading atau melakukan latihan sesuai fase nyeri yang diderita, Ice atau kompres es untuk mengurangi pembengkakan, Compression atau menggunakan perban elastis atau tapping dan Elevation atau posisikan bagian cedera di atas ketinggian jantung untuk mengurangi pembengkakan.

“Langkah awal kita bisa lakukan jika cedera itu terjadi dengan menerapkan metode POLICE untuk menangani peradangan yang ada pada jumper’s knee nya. Stelah itu kita lakukan stabilisasi, latihan penguatan dan latihan agility, baru kita bisa go lapangan lagi,” terangnya.

Keselahan yang sering terjadi ketika pemulihan lanjut Elif, ketika rasa nyeri pada cedera menghilang dianggap cedera telah sembuh dan dipergunakan untuk berolahraga kembali. Padahal dalam masa setelah beristirahat dan recovery menyebabkan adanya longgar dan penurunan stabilitas pada jaringan. Sehingga harus di stabilisasikan dahulu.

“Karena masih longgar dan belum siap mendapat stresor dari luar, akhirnya mengakibatkan cidera yang berulang. Maka dari itu, sekarang lebih baik mencegah terjadinya cedera, salah satunya dengan melakukan latihan muscle energy postural core stability itu, jika ekstremitas performnya baik sehingga kualitas pada atlet itu meningkat. Jadi mencegah sekaligus meningkatkan kualitas,” kata Elif Nur Efendi yang juga merupakan Sekretaris Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang Magetan. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular