WARTAPRIBUMI, SURABAYA – Puluhan juta orang diprediksi akan memasuki Jawa Timur pada lebaran Idul Fitri tahun 2023. Hal ini berdasar informasi yang dihimpun hingga Jumat (14/4/2023) ini.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas ) Polda Jatim, Kombes Pol M Taslim Chairuddin menyebut akan ada lebih kurang 24 juta orang yang akan berlebaran ke Jawa Timur. Ini tentunya menjadi perhatian bagi pihak kepolisian untuk mengurangi kemacetan dan mencegah terjadinya kecelakaan saat arus mudik maupun momen lebaran.
Terkait hal itu, Ditlantas Polda Jatim telah menyiapkan skema penanganan kemacetan serta upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tim khusus (timsus) urai pada jalur-jalur arteri pun bakal disiagakan. Harapannya agar arus mudik dan balik lebaran 2023 nanti berjalan dengan aman dan lancar.
”Kalau jalur tol diprediksi kapasitas jalan masih menampung. Tapi yang jadi persoalan ini jalur arteri, setelah keluar tol seakan-akan bottleneck atau kemacetan,” tandas Kombes Pol Taslim.
Untuk tim urai, Ditlantas Polda Jatim memerintahkan seluruh jajarannya. Jadi, masing-masing Polres membentuk tim tersebut yang tugas pokoknya adalah mengurai kecametan.
”Target saya ke anggota, arus lalu lintas harus tetap jalan meskipun kecepatannya berkurang. Sendatan arus pasti ada, kami minta ada kesadaran dan kesabaran dari masyarakat,” tuturnya.
Jasa Marga juga telah diminta supaya di titik-titik rawan dipasang speed trap. Ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat pengemudi melaju di jalan tol.
”Saya tetap berharap ada kerja sama yang baik dari masyarakat. Kami sifatnya hanya melakukan upaya, nantinya kembali lagi kepada pengguna jalan itu sendiri,” ucapnya.
Menurut informasi, Ditlantas Polda Jatim sudah menyiapkan jalur alternatif. Bahkan untuk jalur tol menerapkan sistem one way mulai KM 54. Sehingga sebelum masuk ke Jawa Timur atau dua kilo meter sebelum perbatasan Ngawi telah disiapkan one way sampai Surabaya.(*)

