WARTAPRIBUMI, MAGETAN – At Home Community Magetan, menggelar kegiatan Kopdar Mahakarya dengan tagline ‘Inovasi, Kreasi dan Peluang di Industri Kulit Magetan’ yang digelar di At Home Cafe and Resto, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (13/06/2023) malam.
Kegiatan Kopdar Mahakarya tersebut dilakukan dengan menghadirkan komunitas pengrajin kulit Magetan bersama berbagai narasumber yang berkompeten di bidang kerajinan kulit.
Creator At Home Community Magetan, Ikrar Ariandara menjelaskan, adanya kegiatan ini sebagai salah satu bentuk sebagai dukungan terhadap pengrajin kulit di Magetan dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Kemarin ada produk kulit dari rekan kami di Magetan yang dipakai dalam ajang Internasional, Indonesia Fashion Week di Jakarta, cukup sayang sekali jika hanya produknya saja yang keluar tapi pengrajin nya tidak dikenal, maka dari itu, melalui event ini kita ingin para pengrajin kulit di Magetan bertemu disini untuk mencari solusi terkait persoalan yang ada,” ujarnya.
Ikrar melanjutkan, selain kegiatan Kopdar Mahakarya tersebut, At Home Community kedepannya juga akan secara continue mengadakan kegiatan serupa, seperti Kopdar Komunitas Sport, Vidio Fotograti, Art dan Musik. Yang tentunya secara penuh
“Paling dekat ini tanggal 19 besok kita akan gelar Kopdar Komunitas Sport Sepak Bola ataupun supporter klub Liga 1 di Magetan untuk bersama – sama mendukung Timnas Indonesia melawan Argentina, nanti ada supporter The Jak Mania dan supporter lainya untuk, ” jelasnya.
Sementara itu, Owner Pengrajin Sendal Kulit Dinamis Magetan, Suwarno saat menjadi narasumber dalam Kopdar Mahakarya menjelaskan, banyak persoalan yang dihadapi oleh pengrajin kulit di Magetan, salah satunya kurang minatnya generasi milenial terhadap bidang kerajinan kulit yang mengakibatkan sedikitnya regenerasi pengrajin.
“Saat ini kami sedang mengalami kelangkaan SDM, soalnya anak millenial sekarang kurang berminat ya bekerja dibidang kulit. Padahal saya yakin anak – anak muda sekarang cerdas jika potensinya dibidang kulit dikembangkan, pasti kreasinya lebih baik lagi,” ungkapnya.
Suwarno menuturkan, dirinya pernah mendapatkan permintaan kerajinan kulit hingga satu kontainer untuk dipasarkan di wilayah Asia Tenggara, salah satunya Malaysia, namun hal tersebut tidak dapat ia penuhi karena keterbatasan jumlah produksi.
“Pengalaman saya, pernah mencoba menembus pasar internasional, ternyata permintaan banyak ada yang sampai satu kontainer banyakanya, namun itu sulit karena keterbatasan produksi dan sulit juga untuk kerjasama dengan pengrajin lainnya, karena pengrajin di Magetan lebih suka mandiri dan asik dengan pasarnya masing – masing,” ucapnya.

jika di tangani dengan benar, lanjut Suwarno, industri kulit menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan, hanya tinggal bagaimana kreasi produksi dan inovasinya sehingga membuat produk yang berkualitas.
“Dalam industri kulit, kompetitor kita banyak, tetapi produk kulit itu pasti laku, maka dari itu saya seperti merasa tidak ada saingannya namun kembali lagi, kelangkaan SDM di bidang kulit itu cukup terasa meskipun saya saat ini telah memiliki 12 karyawan,” kata Suwarno.
Dirinya pun berharap, dengan adanya kegiatan Kopdar Mahakarya oleh At Home Community bersama para komunitas pengrajin kulit di Magetan bisa menemukan solusi bersama terkait problem yang dialami.
“Semoga saja disini nanti saya mendapatkan solusi atas apa yang terjadi, juga seperti problem lain, dimana di Magetan dikenal oleh produk kulitnya namun masih kalah dengan produk kulit dari luar Magetan,” harapnya.
Pun, Dalam kegiatan Kopdar Mahakarya dengan tagline ‘Inovasi, Kreasi dan Peluang di Industri Kulit Magetan’ yang digelar di At Home Cafe and Resto, Magetan terlihat narasumber dan para peserta cukup aktif dalam melakukan tanya jawab, hingga bermunculan inovasi apa kedepannya sehingga kerajinan kulit di Magetan dapet lebih maju dan berkembang. (can/red)

