WARTAPRIBUMI, SURABAYA– Polda Jawa Timur menerapkan strategi Smart Policing untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Implementasi teknologi informasi dan digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan Smart Policing di Jawa Timur.
Beradaptasi dengan Era Hyperconnectivity
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Imam Sugianto, M.Si., menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis dan kompleks, dipicu oleh globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, menuntut Polri untuk beradaptasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei Litbang Kompas di akhir tahun 2023 yang menunjukkan 87,8% responden puas terhadap kinerja Polri dalam menjalankan tugas pokoknya.
“Transformasi Polri berorientasi kepada kepentingan masyarakat, berbasis hukum yang berkeadilan, dan menghormati hak asasi manusia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Irjen Pol Imam Sugianto.
Menuju Smart Governance dan Smart Nation
Arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk mewujudkan Indonesia digital dan pemerintah digital, menjadi landasan bagi Polri dalam menerapkan Smart Policing.
“Polri sebagai bagian dari birokrasi pemerintahan harus meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih ke cara-cara kreatif yang didukung dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Irjen Pol Imam Sugianto.
Smart Policing: Inovasi dan Teknologi untuk Keamanan
Konsep Smart Policing di Polda Jawa Timur dimaknai sebagai pelaksanaan tugas-tugas kepolisian secara lebih inovatif dengan menerapkan sains dan teknologi.
“Model Smart Policing merupakan model pemulihan yang mengharmonikan antara pemulihan konvensional dan pemulihan berbasis perkembangan teknologi,” terang Irjen Pol Imam Sugianto.
Transformasi digital Polri dalam hal Kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi fokus utama Smart Policing.
“Efektivitas dan efisiensi pencegahan kejahatan melalui Predictive Policing, penegakan hukum yang profesional, dan kemudahan layanan kepolisian dalam genggaman terintegrasikan melalui aplikasi pelayanan Polri dalam platform digital,” papar Kapolda Jatim.
Aplikasi Super Apps Presisi Polri menyediakan 13 layanan utama, termasuk informasi daerah rawan, pengaduan masyarakat, pengurusan SIM, STNK, SKCK secara online, informasi e-tilang, hingga informasi mengenai pos polisi.
Perubahan Wajib di Era Hyperconnectivity
“Polri harus berubah. Hanya itu langkah yang bisa dilakukan agar Polri tidak tergolong di era hyperconnectivity,” tegas Irjen Pol Imam Sugianto.
Apresiasi dan Optimisme untuk Keamanan Jawa Timur
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas upaya Polda Jawa Timur dalam menjaga keamanan selama Pemilu 2024.
“Jawa Timur tergolong daerah yang aman. Tidak ada catatan sama sekali,” ungkap Prof. Badri Munir Sukoco.
Beliau optimis bahwa Pilkada 2024 di Jawa Timur dengan 29 kabupaten, 9 kota, dan 1 provinsi akan berlangsung aman di bawah kepemimpinan Kapolda Jatim.
“Kita yakin di bawah kepemimpinan beliau sebagai Kapolda pada Pilkada 2024 nanti Jawa Timur akan tetap aman dan kondusif,” pungkas Prof. Badri Munir Sukoco.
Polda Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan keamanan di Jawa Timur melalui implementasi Smart Policing. Penerapan teknologi informasi dan digital menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas-tugas kepolisian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan mewujudkan Jawa Timur yang aman dan kondusif. (can/red)

