WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memperkuat komitmennya dalam menangani potensi konflik sosial serta mencegah munculnya paham radikalisme dan intoleransi di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan “Pemantapan Kewaspadaan Sosial dalam Penanganan Konflik Sosial” yang digelar di Aula Kelurahan Mangkujayan, Magetan, Jawa Timur, pada Rabu (26/11/2025).
Bupati Magetan Soroti Pentingnya Moral dan Pancasila
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menegaskan bahwa kegiatan pemantapan ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan suasana yang guyup rukun (rukun dan damai) serta menghindari konflik sosial yang dapat memecah belah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Nanik menekankan pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral tinggi dan tegak lurus terhadap Pancasila.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan kewaspadaan, dan tentunya menghindari konflik sosial. Kita harus memastikan generasi muda kita tidak hanya pintar secara akademik, namun juga memiliki moral yang kuat dan berpegang teguh pada Pancasila,” ujar Bupati Nanik Sumantri.
Fokus Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi
Pemantapan kewaspadaan sosial ini secara spesifik berfokus pada strategi pencegahan radikalisme dan intoleransi, dua isu yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dengan menguatkan kesadaran dan kepekaan sosial, diharapkan seluruh elemen masyarakat di Magetan dapat berperan aktif dalam mengidentifikasi dan melaporkan dini potensi-potensi ancaman yang mengganggu keharmonisan.
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur mulai dari tokoh masyarakat, perangkat daerah, hingga perwakilan pemuda ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Diharapkan sinergi ini mampu menjaga stabilitas daerah dan menjadikan Magetan sebagai contoh daerah yang damai dan toleran. (can/red)

