WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Suratno, memaparkan visi strategis terkait peta perekonomian daerah. Politisi senior ini menilai bahwa Kabupaten Magetan memiliki dua mesin penggerak utama yang siap ditawarkan kepada investor global maupun domestik: sektor pariwisata yang terintegrasi UMKM dan besarnya arus devisa dari Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI).
Pandangan ini disampaikan Suratno dalam agenda “Klinik Investasi Keliling (KLIK) Promosi” yang diinisiasi DPMPTSP Jawa Timur di Gedung PGRI Magetan, Selasa (2/12/2025).
Dalam forum tersebut, Suratno tidak hanya memberikan dukungan normatif, melainkan membedah secara rinci peluang dan tantangan investasi di wilayahnya.
Suratno sepakat dengan yang disampaikan oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd bahwa pariwisata adalah primadona Magetan dan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manajemen perhotelan.
“Potensi wisata kita luar biasa, tapi harus jujur kita akui manajemen perhotelan perlu sentuhan investasi agar lebih profesional. Ini peluang bagi investor,” ujar Suratno.
Ia juga mempromosikan sejumlah aset yang dinilai siap jual, mulai dari kerajinan kulit yang sudah melegenda, hingga agrowisata.
“Kita punya Kebun Bunga Refugia, warisan gagasan Pak Suprawoto yang kini penataannya semakin cantik. Di utara kota, ada Kebun Buah Srogo dengan jeruk Pamelonya. Tantangan kita sekarang adalah branding dan pengemasan agar nilai jualnya melambung,” imbuhnya.
Fakta menarik diungkap oleh Suratno terkait kekuatan ekonomi kerakyatan. Ia menyebut bahwa Magetan kini telah bertransformasi menjadi penyumbang devisa TKI terbesar di Karesidenan Mataraman, menyalip dominasi kabupaten tetangga.
“Data menunjukkan kita sudah menggeser Ngawi dan Ponorogo. Ada sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja kita yang diberangkatkan resmi lewat PT di Magetan. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti adanya semangat kerja dan perputaran modal yang masif,” tegas Suratno.
Terkait kehadiran program KLIK dari Pemprov Jatim, Suratno memberikan apresiasi tinggi. Sistem perizinan yang terintegrasi aplikasi dinilai sebagai langkah revolusioner untuk memangkas birokrasi.
“Sistem jemput bola seperti ini adalah promosi terbaik. Investor butuh kepastian dan kemudahan, dan hari ini kita tunjukkan bahwa Magetan siap untuk itu,” pungkasnya.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd, Anggota DPRD Jatim Mirza Ananta, serta jajaran DPMPTSP Jatim, yang sepakat bersinergi memperkuat citra Magetan sebagai daerah ramah investasi.

