WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Komunitas Kopi Cingkir (Kopikir) Magetan mengadakan kegiatan Festival Reog Ponorogo 2022 se – Kabupaten Magetan yang sekaligus memperebutkan Piala Bupati Magetan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana untuk melestarikan seni budaya Reog Ponorogo di Magetan.
Festival Reog Ponorogo 2022, diadakan di Gor Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (3/11/2022). Kegiatan tersebut secara resmi di buka dengan pemukulan gong oleh Bupati Magetan, Suprawoto yang diwakili oleh Sekda Magetan, Hergunadi
Ketua Kopikir Magetan sekaligus Ketua Panitia Festival Reog Ponorogo 2022, Hadi Ipong Pramana mengatakan, Dari 8 komunitas pegiat seni Reog Ponorogo di Magetan yang ikut, hanya 6 saja yang melakukan registrasi hingga tampil dalam ajang tersebut.
“Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 3 – 4 Desember 2022 dengan memperebutkan piala Bupati Magetan,” ujar Ipong.
Dari pantauan Warta Pribumi di Lokasi, terlihat para pegiat Reog Ponorogo di dan masyarakat Magetan dengan antusias mengikuti event yang baru pertama kali diadakan tersebut, sedangkan di luar Gor Ki Mageti juga ada beberapa stan – stan UMKM yang tentunya bisa ikut menggairahkan perekonomian masyarakat.

Tujuan adanya Festival Seni Reog Ponorogo 2022 ini, lanjut Ipong, untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan ikut melestarikan budaya Reog Ponorogo. Khususnya Reog Ponorogo yang dinilai cukup berkembang pesat.
“Tujuan kita memang untuk menumbuhkan rasa cinta akan budaya Reog Ponorogo, dengan adanya piala bupati yang diperebutkan, harapan saya bisa menumbuhkan jiwa kompetisi yang membawa para juara maupun yang belum juara saat ini bisa lebih meningkatkan performa untuk lebih berkembang lagi,” ungkapnya.
Sementara itu Sekda Magetan, Hergunadi menambahkan, Reog Ponorogo merupakan salah satu budaya tradisional yang menunjukkan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa petarung dan berbudaya tinggi.
“Reog itu merupakan salah satu budaya tradisional bangsa kita, yang menunjukkan jati diri kita. Sebelumnya terimakasih kepada Kopikir dan pegiat seni Reog Ponorogo di Magetan yang telah menjaga bukti sejarah, bahwa bangsa kita sudah maju sejak dulu,” tuturnya.
Selain itu, kepada para pegiat Seni Reog Ponorogo di Magetan yang menampilkan performance terbaiknya, dalam hal bertanding tentunya akan ada juara dan yang belum juara. Namun menurut Hergunadi, yang telah memberanikan tampil dalam kegiatan tersebut dengan sepenuh hati, telah dianggap menjadi seorang pemenang.
“Dalam hal bertanding pasti ada yang jadi juara dan belum jadi juara, tapi semuanya saya anggap menang, karena yang berkompetisi disini merupakan petarung yang ikut mengharumkan nama budaya bangsa. Yang jadi juara ditingkatkan lagi dan yang belum juga ditingkatkan. semoga ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan akan budaya Reog Ponorogo,” harap Sekda Magetan, Hergunadi saat menghadiri Festival Reog Ponorogo di Magetan. (*)

