Rabu, April 22, 2026
spot_img
BerandaUncategorizedTantangan Era Digital Disorot Bupati Nanik di Konfercab IPNU-IPPNU Magetan, Minta Kader...

Tantangan Era Digital Disorot Bupati Nanik di Konfercab IPNU-IPPNU Magetan, Minta Kader Jadi Benteng Moral

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menekankan pentingnya peran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai benteng moral dan pelita intelektual di tengah tantangan era digital.

Pesan ini disampaikan Bupati Nanik saat menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII IPNU dan XVII IPPNU Kabupaten Magetan. Acara yang menjadi forum regenerasi kepemimpinan pelajar NU ini digelar di Graha Pusat Literasi Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (18/10/2025) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Nanik menyoroti dampak ganda dari kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, era digital di satu sisi membuka peluang besar untuk inovasi, namun di sisi lain membawa risiko serius seperti menguatnya individualisme, menurunnya kepedulian sosial, hingga memudarnya nilai-nilai spiritual.

“IPNU dan IPPNU harus mampu mengambil peran vital. Jadilah benteng moral dan pelita intelektual di tengah masyarakat,” tegas Nanik Endang Rusminiarti.

Ia menaruh harapan besar agar para kader pelajar NU tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual untuk menghadapi disrupsi zaman.

Mitra Strategis Pemkab

Lebih lanjut, Bupati Nanik menegaskan bahwa Konfercab memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar suksesi kepemimpinan. Ia memandang forum ini sebagai momentum krusial untuk refleksi, evaluasi program, dan peneguhan kembali komitmen organisasi.

“Konfercab ini bukan sekadar forum formal pergantian kepemimpinan, tetapi momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan peneguhan kembali komitmen kader dalam menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, lanjut Nanik, memandang IPNU dan IPPNU sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai program yang telah berjalan, mulai dari pendidikan kader, pelatihan kepemimpinan, hingga gerakan literasi dan dakwah digital.

Menurutnya, program-program tersebut telah terbukti menjadi wadah efektif untuk membina pelajar yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter, sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-NU-an (Aswaja) di kalangan generasi muda.

Ketua IPNU Magetan, Yoyok saat sambutannya. (Foto: Warta Pribumi)

Merumuskan Arah Organisasi

Sementara itu, Ketua IPNU Magetan, Yoyok Budi P., menjelaskan bahwa Konfercab merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat pimpinan cabang. Agenda utamanya adalah mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya dan merumuskan arah gerak organisasi ke depan.

“Forum ini merupakan forum untuk berkumpul, bermusyawarah, evaluasi, dan menuangkan ide,” tutur Yoyok.

Ia menambahkan bahwa ide dan gagasan yang dibahas dalam komisi-komisi, khususnya komisi rekomendasi, akan menjadi landasan penting bagi kepengurusan selanjutnya.

“Hasil Konfercab ini akan menjadi acuan agar organisasi kita, IPNU dan IPPNU, dapat turut serta secara aktif di dalam membangun Kabupaten Magetan,” pungkasnya. (gat/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular