Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaKesehatanIni Dia 5 Tahapan Patah Hati Yang Harus Dilalui

Ini Dia 5 Tahapan Patah Hati Yang Harus Dilalui

WARTAPRIBUMI, MAGETAN – Patah hati merupakan metafora umum yang biasa dipergunakan untuk menjelaskan sakit emosional yang dirasakan setelah kehilangan seseorang yang dicintai melalui kematian, maupun putus hubungan.

Sakit hati bisa menerpa siapapun, dan kemampuan untuk menghadapi rasa sakit hati setiap orang berbeda, apalagi seseorang dengan kontrol diri yang kurang baik seperti remaja milenial saat ini. Namun yang pasti, ada beberapa tahapan patah hati yang harus dilalui agar sedikit mengurangi perasaan sakit hati, bahkan sembuh.

Berikut ini, beberapa tahapan patah hati menurut Alumnus Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta angkatan 2002, Meriska Uji Prabawani. Ada 5 tahapan kesedihan yang akan dialami jika mengalami patah hati.

“Jadi ketika kita patah hati ada 5 tahapan kesedihab yang biasanya harus dilalui, seperti fase penyangkalan, fase kemarahan, fase menawar atau bergaining, fase depresi, dan fase menerima,” terangnya saat ditemui Warta Pribumi, Senin (28/11/2022).

Tahapan kesedihan tersebut, lanjut Meriska, akan mudah dilalui jika seseorang atau individu memiliki rasa kecintaan kepada diri sendiri atau yang biasa disebut dengan self love. Self love ini dapat menyelamatkan seseorang dari patah hati yang cukup parah yang berujung depresi.

“Biasanya self love ditunjukkan dengan melampiaskan amarah dengan berolahraga sesuai kebutuhan tubuh, memanjakan diri dengan berbelanja dan pergi kesalon, hangout bersama teman dan sahabat dan lebih mendekatkan diri kepada tuhan. Dengan begitu secara perlahan kesedihan yang dialami akan berangsur menurun,” jelasnya.

Berikut 5 fase patah hati yang kerap dialami.

  1. Fase Penyangkalan

Biasanya seseorang yang patah hati menyangkal bahwa hubungan yang dilalui telah berakhir, harapan akan rasa cinta yang ingin berakhir dengan kebahagiaan justru menjadi bumerang yang membawa diri kedalam kesedihan yang berlarut – larut. Seperti “tidak kok, kami baik – baik saja, kami enggak putus”.

  1. Fase Kemarahan atau Anger Phase

Ketika putus cinta, seseorang yang merasa tidak terima akan mempertanyakan dan mencari penjelasan tentang penyebab hancurnya hubungan yang sedang dilalui. “Lho kenapa kamu putusin aku? apa salah yang aku lakukan sampai – sampai kamu mengambil keputusan seperti ini”.

  1. Fase Menawar atau Bargaining

Ketika patah hati, seseorang yang tersakiti pasti ingin hubungan itu kembali seperti semula dan kembali baik – baik saja, dengan cara bernegosiasi serta memelas dengan harapan orang yang disayangi akan kembali dan memberikan kesempatan kedua. “Jangan putusin aku ya, aku janji akan lebih baik lagi untuk membahagiakan kamu.”

Jika semua itu sedang dialami, percayalah mengharapkan dia yang telah pergi dan memberi kesedihan, akan memperburuk rasa sakit yang dialami. Sering kali meminta kesempatan kedua bisa membuat kita jatuh lebih dalam kedalam lubang yang sama yang pada akhirnya membawa kita ke dalam fase depresi.

  1. Fase Depresi

Depresi merupakan gangguan suasana hati (mood) dengan ditandai dengan perasaan sedih yang cukup mendalam serta seseorang dinyatakan mengalami depresi jika selama 2 minggu berturut – turut mengalami perasaan yang sedih dan merasa bahwa dirinya tidak berharga lagi.

Ada beberapa ciri – ciri psikologis dan fisik tertentu yang menunjukkan seseorang sedang mengalami depresi, seperti insomnia, tidak nafsu makan, mengurung diri dalam kamar, berkurangnya self love atau malas merawat diri serta rasa cemas yang berlebihan, frustasi dan emosi yang tidak stabil. Jika tidak segera menerima penanganan lebih lanjut oleh psikiater, penderitanya akan memiliki gangguan sosial, menurunkan hubungan sosial dan munculnya keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

  1. Fase Menerima atau Receiving Phase

Fase menerima merupakan fase yang terpenting untuk dilalui, namun bukan berarti keadaannya telah baik baik saja, fase menerima merupakan fase dimana seseorang telah menerima bahwa ia telah ditinggalkan oleh orang terkasih.

Biasanya seseorang yang telah menerima cenderung pasrah akan hal menyakitkan yang telah dialaminya, serta akan lebih banyak mencari hikmah dibalik kejadian ditinggalkan tersebut agar ikhlas dan bangkit lebih kuat untuk menata diri yang sempat berantakan.

“Jika ingin sembuh dari patah hati yang berat, maka individu tersebut harus bersabar melewati 5 tahapan kesedihan tersebut hingga tahap penerimaan,” ujar Meriska, perempuan kelahiran Ngawi yang telah menetap di Kabupaten Magetan.

Pesan-pesan untuk kamu yang sedang patah hati, tambah Meriska, tidak mengapa jika kamu kehilangan orang lain, tapi jangan pernah kehilangan dirimu sendiri. Tidak mengapa jika kamu merasa tidak dicinta orang lain, tapi jangan pernah tidak mencintai dirimu sendiri. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular